TCareer: How to Build a Great SAAS Startup

Lulus kuliah dengan nilai baik dan setelah itu kerja mapan merupakan dambaan bagi setiap orang. Langsung bekerja tanpa harus repot melamar kesana sini menjadi sebuah kebanggaan sendiri bagi para lulusan sarjana. Para [ Baca selengkapnya... ]

Prestasi Mahasiswa Teknik Informatika ITS dalam Ajang Bukalapak Programming Contest

Mahasiswa Teknik Informatika ITS kembali unjuk gigi dalam bidang competitive programming. Kali ini, scoreboard dalam ajang Bukalapak Programming Contest lah yang berhasil dipenuhi oleh mahasiswa Teknik Informatika ITS. Selamat untuk Arianto Wibowo (5113100037), [ Baca selengkapnya... ]

Blibli.com Sharing Knowledge & Campus Hiring

  Jum’at lalu (19/08/2016) salah satu perusahaan e-commerce terkemuka di Indonesia yang dikenal dengan nama Blibli.com mengadakan acara Sharing Knowledge di Aula Teknik Informatika ITS. Acara ini ditujukan khusus untuk mahasiswa jurusan [ Baca selengkapnya... ]

Standar Internasional Dalam Sertifikasi AUN

Pada bulan Februari 2015, tim ASEAN University Network (AUN) melakukan visitasi di Teknik Informatika ITS. Visitasi ini dilakukan untuk penilaian akreditasi internasional AUN. AUN sendiri merupakan sebuah organisasi ASEAN yang didirikan pada [ Baca selengkapnya... ]

 

SYUKURAN WISUDA DEPARTEMEN INFORMATIKA MARET 2018

Minggu   11 Maret 2018, Departemen Informatika kembali mengadakan syukuran wisuda untuk periode Maret. Syukuran wisuda diadakan di aula dan selanjutnya silaturahmi di student area fasilitas baru yang disediakan departemen informatika aktivitas mahasiswa s. Jumlah wisudawan dan wisudawati sebanyak 52  mahasiswa strata 1, resmi diwisuda pada periode wisuda maret kali ini. 7 mahasiswa di antaranya lulus dengan peringkat cum laude. Wisudawan dilepas secara resmi oleh ketua Departemen Informatika Dr. Eng. Darlis Herumurti, S.Kom, M.Kom, yang sekaligus memberikan penghargaan untuk wisudawan  terbaik dari informatika.

 

KULIAH TAMU : From Perceptron to Deep Learning

 

Pada tanggal 28 Februari 2018, diadakan kuliah tamu di aula departement Informatika dengan tema “From Perceptron to Deep Learning” oleh pembicara tamu Adi Chris Bangun yang merupakan machine learning engineer di Traveloka. Acara dibuka oleh Pak Darlis selaku ketua departemen  Informatika pada pukul  10.15. Adi Chris Bangun sendiri merupakan alumni Teknik Informatika ITS angkatan 2010.

Machine Learning menurut pembicara tamu adalah belajar dari data. Esensial dari  machine learning sendiri ada 3 hal yaitu kita harus mempunyai datanya, harus ada polanya, dan belum ada persamaan matematika yang bisa secara langsung menyelesaikan permasalahan. Apabila minimal 2 dari 3 ha lini terpenuhi maka suatu permasalahan dapat diselesaikan menggunakan machine learning. Ada 2 tipe problem yang ditemui di machine learning, yaitu linear problems dan non linear problems.

Sedangkan deep learning menurut pembicara tamu adalah multilayer perceptron dengan layer yang lebih dalam. Salah satu omponen dari deep learning adalah perceptron. Perceptron adalah bentuk paling sederhana dari neural network .Komponen lain dari deep learning adalah fungsi aktivasi, salah satu contohnya adalah sigmoid dan relu. Fungsi aktivasi digunakan untuk memetakan non linear problem menjadi linear problem. Deep Learning sering dipakai sekarang karena lebih ekspresif dan d apat mengekstrak fitur-fitur yang lebih robust. Kedua, data yang ada sudah banyak dan kekuatan komputasi yang ada sekarang ini sudah kuat, sehingga lebih cepat daripada metode tradisional.

Company Visit “BLIBLI.COM”

Company visit merupakan kunjungan perusahaan yang dilakukan oleh sekumpulan elemen masyarakat. Company visit sendiri seringnya dilakukan pada perusahaan yang memproduksi suatu barang ataupun jasa yang populer di kalangan masyarakat. Artikel kali ini akan membahas company visit yang dilakukan mahasiswa Informatika ITS pada tanggal 16 Januari 2018 ke salah satu perusahaan IT (startup) dalam bidang jual beli ternama yaitu blibli.com. Kegiatan kunjungan company visit ke blibli.com itu sendiri bertujuan untuk mengetahui ranah pekerjaan, situasi dan kondisi perusahaan serta persaingan perusahaan, dan juga mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan dan pengaplikasianya dalam bidang IT dan bisnis. Bertempatkan di Jakarta, mahasiswa informatika dengan peserta sebanyak 34 orang memulai serangkaian kegiatan kunjungan tersebut dari pukul 10 yang dibuka oleh ka Ariani selaku penanggung jawab acara company visit dari blibli.com, lalu dilanjutkan oleh ka Yunike yang menjelaskan tentang:

  1. visi : Visinya adalah memberikan pengalaman belanja kepada para pelanggannya untuk dapat berbelanja online yang aman, nyaman dan membebaskan.
  2. misi: misinya adalah menjunjung semangat kebersamaan, transparan, sesuai dengan norma ke-indonesiaan dan komitmen pada pelayanan.
  3. motto : R untuk Risk Taking
    1. E untuk Excellence
    2. S untuk Serving
    3. P untuk Passionate & Proud
    4. E untuk Employee’s Great Place to Work
    5. C untuk Costumer Focus
    6. T untuk Teamwork (2)

Rangkaian acara selanjutnya dilanjutkan oleh mas saputra sebagai quality assurance yang menjelaskan tentang apa itu software testing dan perbedaan pandangan tentang program menurut developer, programer, desain analis, dan pengguna. Software testing sendiri biasa di uji dengan dua metode yaitu dengan manual testing atau bisa juga dengan bot. Lalu dilanjutkan oleh mas Ibnu sebagai developer front end yang membahas tentang bagaimana dan mengapa front end itu sangat penting dalam membuat web. Pembahasan juga dilanjutkan dengan informasi mengenai Product funnel yang terdiri dari tiga hal yaitu :

1. Product manager

2. Development manager

3. Program manage

Dan beberapa hal yang menjadi tolak ukur keberhasilan dalam bekerja di blibli.com dengan 5 cara dan metode seperti :

  1. Waterfall problem
  2. Agile

2.1  Focus in businnes value

2.2 Embrace changeals

2.3 Very fast and rapid delivery

Acara selesai tepat pada pukul 12.35 dan ditutup dengan foto bersama

Pelatnas 2 TOKI (Tim Olimpiade Komputer Indonesia)

 

Tim Olimpiade Komputer Indonesia, atau yang sering disingkat “TOKI”, adalah sebuah tim yang terdiri dari siswa-siswa terbaik sekolah menengah di Indonesia yang dipersiapkan khusus untuk mewakili Indonesia bertanding dalam ajang olimpiade informatika tingkat internasional.

Proses pemilihan siswa-siswi tersebut tidaklah singkat dan mudah. Wakil dari seluruh sekolah menengah di Indonesia harus melalui seleksi tingkat kota, propinsi, kemudian nasional. Dari seleksi tingkat nasional tersebut barulah didapatkan sekitar 30 siswa-siswi yang berhak melaju ke pelatihan nasional (pelatnas).

Pada Pelatnas, siswa-siswa dibekali dengan materi-materi dan ditempa lagi secara teknis maupun psikologis. Pelatnas yang diadakan 3-4 kali dalam satu tahun tersebut pada akhirnya menyisakan 4 siswa yang maju ke ajang internasional.

Memasuki tahun 2018, Penjaringan peserta Pelatnas TOKI yang berjumlah 17 Orang yang nantinya akan disaring menjadi 8 Orang, dimana 8 Orang tersebut akan mengikuti Pelatnas 2 ketahap selanjutnya dimana nantinya akan disaring kembali menjadi 4 Orang untuk mengikuti IOI (International Olympiad in Informatics ) di Tsukuba, Ibaraki, Jepang. mewakili Indonesia.

Ajang internasional International Olympiad in Informatics atau yang sering disingkat IOI diawali pada tahun 1995, dengan seorang siswa (Wirawan Purwanto) dan seorang pembina (Joko W. Saputro, Ph.D), TOKI mengawali rangkaian perjalanan prestasi TOKI di IOI. Sejak itu, hingga 2017, secara keseluruhan 57 medali IOI telah berhasil dikumpulkan yang terdiri dari 2 medali emas, 19 medali perak, dan 36 medali perunggu. Lihat halaman “Hall of Fame” untuk mengetahui rinciannya. Dua emas yang pernah diraih adalah atas nama Andy Kurnia (IOI 1997) dan Irvan Jahja (IOI 2008).

Selain IOI, berawal dari inisiatif beberapa negara Asia Pasifik, pada tahun 2007, Asia-Pacific Informatics Olympiad (APIO) mulai diselenggarakan. Perolehan medali TOKI di ajang tersebut hingga 2017 adalah 42 medali yang terdiri dari 1 medali emas, 11 medali perak, dan 31 medali perunggu. Satu emas yang pernah diraih adalah atas nama Irvan Jahja (APIO 2008).