icon

Demo e-Sport Ground di Teknik Informatika ITS Surabaya

Thu Mar 08 2012

Hari kamis tepatnya tanggal 1 Maret 2012, Teknik Informatika ITS Surabaya kedatangan tamu yang berasal dari negeri sakura. Mereka adalah perwakilan dari PT. Eureka Computer Japan yaitu Daisuke Tsujino selaku Chief Engineer Director dan seorang partner yang bertindak sebagai translator. Kedatangan mereka ke Indonesia bertujuan untuk mempromosikan game terbarunya yang diberi nama e-Sport Ground, dan Teknik Informatika ITS adalah tempat pilihan mereka yang pertama. Pada pukul 13.00 WIB, Aula Teknik informatika ITS dipenuhi oleh mahasiswa yang ingin melihat demo game tersebut.

e-Sport Ground merupakan game realitas virtual yang menggunakan teknologi berupa sensor yang menyerupai Microsoft Kinect sebanyak empat buah. Sensor tersebut bereaksi terhadap gerakan pemain yang mengubah proyeksi gambar yang dihasilkan secara langsung. Gambar lapangan beserta bola virtual dihasilkan dari empat LCD yang diarahkan ke lantai (ground). Keempat LCD dan sensor tersebut terletak di sudut- sudut ruangan. Itulah sebabnya untuk memainkan game ini pemain tidak memerlukan alat khusus.

Para peserta semakin antusias dan tertarik ketika Daisuke mempersilahkan peserta untuk mencoba e-Sport Ground. Permainan awal yang ditunjukannya menyerupai olahraga hoki, tetapi hanya bisa dimainkan oleh dua pemain saja. Setiap pemain harus memasukan bola virtual ke gawang lawan maksimal lima kali, dan jika ada salah satu pemain yang telah melakukannya maka pemain tersebut menjadi pemenang dan permainan berakhir. Uniknya setiap pemain bisa menggunakan seluruh anggota tubuh untuk memantulkan bola.

Selain mode permainan hoki, e-Sport Ground juga memiliki mode permainan lain yaitu mode permainan arkanoid. Gameplaynya sangat sederhana, pemain harus menghancurkan seluruh balok yang ada menggunakan bola virtual yang dipantulkan menggunakan seluruh anggota badan.

Awalnya Daisuke memperagakan game ini hanya dengan satu pemain saja. Sebenarnya mode permainan ini juga bisa dimainkan oleh dua orang karena semakin bertambahnya level permainan maka semakin cepat juga kecepatan pantulan bola .Setelah cukup lama demo permainan, Daisuke membuka sesi tanya jawab kepada peserta hingga akhir acara. Kesempatan ini dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta yang penasaran mengenai teknologi game e-Sport Ground. Banyaknya pertanyaan yang muncul memperlihatkan antusiasme para peserta terhadap teknologi game ini.

Kedepannya e-Sport Ground akan dikembangkan lagi dalam bentuk tiga dimensi (3D) yang lebih menarik dan nyata.