icon

Kuliah Tamu dari Developer Manager Ecosystem and Developer Experience Nokia

Wed Mar 14 2012

Pada hari Selasa, 14 Maret 2012 Jurusan Teknik Informatika mengadakan kuliah tamu dengan pembicara Narenda Wicaksono, Developer Manager Ecosystem and Developer Experience Nokia. Pak Narendra membawakan topik mengenai pengembangan produk aplikasi mobile.

Di dalam kuliah ini disampaikan bagaimana sebetulnya pangsa pasar untuk aplikasi mobile dan apa saja peluang yang bisa kita gali. Pak Narendra menekankan bahwa selain kita membuat aplikasi, kita juga harus mampu membuat sebuah produk yang dapat digunakan oleh banyak orang, dan tentunya dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Intinya adalah jangan sampai seorang developer aplikasi mobile hanya terpaku pada pembuatan aplikasi saja tetapi juga harus dapat membuat sebuah brands yang akan diingat oleh para pengguna dan dapat memonetisasi produk yang dibuat. Ada beberapa brands yang sudah sukses di bisnis ini, misalkan Angry Birds. Selain itu ada juga dua komunitas yang aktif dan sukses membuat aplikasi mobile untuk Nokia Store, Aksara Studio (http://aksarastudio.com/) dan Elventales (http://elventales.com/), yang digawangi oleh alumni-alumni dari Teknik Informatika ITS.

Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan monetisasi aplikasi mobile yang kita buat. Diantaranya dengan cara menjual subscription, in apps purchase, in apps advertising, ataupun pre-loaded apps. Nokia, sebagai salah satu produsen handphone besar, sudah menyediakan Nokia Store yang dapat digunakan oleh developer yang ingin menjual aplikasi yang sudah dibuat. Tentunya ada mekanisme quality assurance (Q&A) untuk menyaring aplikasi yang disubmit oleh developer. Tetapi, tidak ada salahnya mencoba untuk memulai bisnis aplikasi mobile ini mengingat pangsa pasarnya yang sangat luas.

Selain itu, Pak Narenda juga mengunjungi Device Center, Teknik Informatika ITS. Device Center ini nantinya akan digunakan untuk inkubasi mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai minat untuk mengembangkan aplikasi mobile. Pihak Nokia mendukung pendirian Device Center ini dengan menyumbangkan beberapa perangkat handphone dan buku-buku pemrograman Qt untuk mengembangkan aplikasi mobile, khususnya untuk platform-platform yang didukung oleh Nokia. (MN)